Categories
Uncategorized

Hina Matsuri, Festival Hari Anak Perempuan yang Lestari Turun Temurun

Jepang merupakan salah satu negara yang sangat menjaga kelestarian budaya dan tradisinya. Mereka selalu memegang erat keberadaan sebuah tradisi agar supaya tidak musnah dan dilupakan oleh generasi penerusnya. Itulah yang membuat negara ini seakan penuh dengan ritual dan prosesi yang seringkali dilakukan.

Tidak jarang kita juga menemui mereka mengadakan berbagai macam upacara, perayaan, hingga festival untuk melestarikan sebuah kebudayaan. Salah satu budaya yang hingga kini masih dijunjung tinggi adalah festival Hina Matsuri. Festival yang diselenggarakan awal maret ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Jepang.

Sekilas Tentang Hina Matsuri

Perayaan Hina Matsuri adalah sebuah perayaan yang diadakan pada setiap tanggal 3 maret untuk mendoakan anak perempuan yang dilahirkan dalam suatu keluarga. Keluarga ini akan memajang satu set boneka yang disebut dengan Hinaningyou atau boneka festival. Satu set boneka ini terdiri atas boneka kaisar, permaisuri, putri istana dan para pemusik istana yang menggambarkan sebuah pesta pernikahan tradisional.

Festival Hina Matsuri ini hanya diselenggarakan oleh keluarga yang memiliki anak perempuan. Mereka memajang boneka-boneka tersebut beberapa hari sebelum hari perayaan tiba. Sehari setelah perayaan itu dilakukan, mereka harus segera menyimpan kembali boneka Hina dalam kotak. Hal ini dilakukan karena boneka ini dipercaya telah menyerap roh-roh jahat yang dikhawatirkan akan mengganggu anak perempuan mereka.

Lihat https://www.hayatuntour.com/ untuk paket tour wisata ke Jepang dan negara-negara lainnya.

Boneka Hinaningyo adalah hiasan yang sudah dikenal sejak jaman lampau. Hiasan boneka ini digunakan sebagai korban atau pengganti yang akan melindungi anak dari penyakit atau kemalangan. Dalam tradisi orang Jepang, boneka ini sangat dipercaya sebagai alat yang bisa menyalurkan kemalangan dan malapetaka yang akan menimpa. Dengan demikian, keluarga yang menyelenggarakan perayaan menggunakan boneka Hina akan selamat dan terhindar dari bencana.

Di beberapa tempat, ada tradisi menghanyutkan boneka Hina ke sungai-sungai. Hal ini juga dipercaya akan membuang kemalangan dan bencana yang mungkin akan terjadi. Namun sebelum acara penghanyutan boneka ke sungai, mereka terlebih dahulu melakukan ritual penyucian dengan pembacaan doa-doa dan pemakaian baju kertas.

Hina Matsuri adalah sebuah hari dimana hari untuk mendoakan anak perempuan dalam sebuah keluarga. Diharapkan, anak perempuan ini bisa tumbuh sehat dengan aman. Itulah mengapa festival ini dikenal dengan festival anak perempuan. Selain itu, Hina Matsuri juga memiliki istilah atau nama lain, yaitu festival persik. Festival ini dilakukan untuk merayakan munculnya bunga persik yang mulai bermekaran. Ini menandakan bahwa musim semi telah tiba.

Hidangan saat Festival Hina Matsuri

Dalam festival hari anak perempuan ini, ada banyak makanan yang dihidangkan selain pajangan boneka Hina. Makanan dan minuman yang dihidangkan umumnya adalah makanan khas sejak jaman dahulu, yaitu :

  • Amazake

Amazake adalah minuman yang terbuat dari tepung ketan dan gandum. Testurnya kental dan terasa manis. Meskipun mengandung kata sake, namun minuman ini tidak beralkohol. Hal ini ditujukan supaya anak-anak pun bisa ikut menikmatinya.

  • Hinaarare

Makanan ini adalah makanan ringan yang berwarna-warni yang terbuat dari ketan. Warna-warni dalam makanan ini melambangkan musim-musim tertentu.

  • Chirashi Sushi

Ini adalah makanan yang berupa nasi dengan tambahan lauk berupa daging, hidangan laut dan sayuran yang sudah dimasak. Sushi ini menjadi salah satu makanan wajib yang harus disajikan dalam festival hari anak. Festival hari anak perempuan ini memang sungguh unik dan menarik. Setiap keluarga yang memiliki anak perempuan yang masih belum dewasa pasti akan melakukan perayaan ini. Mereka percaya bahwa dengan menyelenggarakan perayaan seperti ini akan memberikan keselamatan dan kesehatan pada anak perempuannya. Hal ini sudah menjadi kepercayaan yang lestari mulai dari nenek moyang hingga cucu cicit nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *