Categories
Uncategorized

5 Jenis ular berbisa di Indonesia & cara tepat menangani gigitannya

5 Jenis ular berbisa di Indonesia & cara tepat menangani gigitannya

Di Indonesia banyak sekali ditemukan jenis ular berbisa yg mematikan. Simak 5 jenis ular berbisa & cara tepat menanganinya.

Sering kali kita menyimak berita tentang korban yg kena gigitan ular & akhirnya meninggal akibat bisa mematikan menyebar ke tubuhnya. Atau, korban mungkin tak tahu bahwa yg menggigitnya yaitu jenis ular berbisa & tak sadar akan bahaya yg mengancam apabila luka tak segera ditangani.
Jadi, gimana sebaiknya? Jika terkena gigitan ular apapun jenisnya, jgn disepelekan. Segeralah pergi ke rumah sakit utk mendapatkan penanganan medis. Tapi, jgn juga mengambil langkah sembarangan sebelum sampai ke rumah sakit.
Dilansir dr , pakar toksikologi & bisa ular, DR. dr. Tri Maharani, mengatakan bahwa utk menangani gigitan ular berbisa yg tepat yaitu dgn imobilisasi atau tak menggerakkan bagian tubuh yg terkena gigitan ular, himpitkan dgn kayu, kardus atau bambu sprti pd orang patah tulang. Tujuannya yaitu agar bisa ular tsb tak menyebar ke bagian tubuh lain sehingga ada cukup waktu utk korban dilarikan ke rumah sakit.
Selama ini orang salah menangani korban gigitan ular berbisa, biasanya mereka akan mengikat atau bahkan membuat sayatan di sekitar bagian tubuh yg terkena dgn maksud agar bisa tak menyebar, padahal menurut sang pakar itu yaitu salah besar, bisa berakibat pembekuan darah bahkan amputasi. Kalau pihak klinik tak tahu jenis bisa ular utk menangani pasien dgn tepat, bisa menghubungi DR. dr. Tri Maharani, pd Remote Envenomation Consultan Service (RECS) melalui blog atau lewat pesan WhatsApp di 085334030409.
Tindakan yg sama juga direkomendasikan di World Health Organization (WHO) yg dilansir dr , yaitu dgn menerapkan STOP (silent, thinking, observation, & prepare). Artinya, apabila berhadapan dgn ular, hal yg paling tepat kamu lakukan yaitu berdiam mematung, perhatikan jenis ular apakah berbisa atau tak, lihat ke sekeliling utk mencari kayu atau apa saja yg bisa digunakan utk alat mengusir ular, & memikirkan tindakan selanjutnya. Jangan malah panik atau membuat gerakan yg memancing ular utk bereaksi.

ular cobra

Tapi, kalau orang itu terkena gigitan ular berbisa, segera pindahkan korban ke tempat aman & tindakan imobilisasi atau tak menggerakkan bagian tubuhnya yg terkena sprti yg telah diterangkan di atas. Lepaskan perhiasan di sekitar gigitan sprti cincin, gelang, jam tangan & kalung supaya bengkaknya tak bertambah parah.
Hasil riset panjang dr WHO menemukan bahwa venom bkn lewat pembuluh darah, tapi lewat kelenjar getah bening. Jadi mengikat sekitar bagian tubuh yg terkena gigitan atau menyayatnya dgn maksud menghentikan penyebaran bisa ular yaitu percuma. Jangan mengobati dgn cara tradisional sprti jamu ataupun cara klenik, karna tak akan mempan.
Di dunia, kasus gigitan ular itu cukup tinggi, menurut WHO, sekitar 5 juta pertahun, 2.7 juta kasus digigit ular berbisa di mana 400 ribu kasus menyebabkan kecacatan, & 81 ribu-138 ribu kasus berakibat kematian.
Di Indonesia, kasus gigitan ular ini terjdi sebanyak 135 ribu pd tahun 2012-2018, perbandingannya dgn kasus HIV/AIDs sebanyak 199 ribu kasus, & kanker 133 ribu kasus di rentang tahun yg sama. Ternyata masuk urutan kedua di antara kasus HIV/AIDs & kanker. Termasuk tinggi, kan?
Antivenom utk mengobati bisa ular tak sama di setiap wilayah. Misal membeli antivenom di negara Thailand belum tentu dpt digunakan di Indonesia karna letak geografi masing-masing wilayah itu menentukan jenis venom ular.
Nah, utk pengetahuan tentang ular berbisa, di bawah ini ada 5 jenis yg banyak terdapat di sekitar kita. Jenis ular berbisa ini sering dijumpai di Indonesia.

  1. King Cobra (Ophiopagus Hannah).

Jenis ular ini sering terdapat di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, pesisir Selatan Jawa sprti Sukabumi, Gunung Kidul, Pacitan, & Malang. King Cobra menyukai daerah kering & karst, padang rumput, hutan tropis, & dataran rendah. Ular ini aktif pd siang hari dgn panjang tubuh 2 meter hingga 6 meter. Korban yg terkena racun ular ini akan mengalami sakit kepala, mual, pingsan, bahkan bisa meninggal.

  1. Weling (Bungarus candidus).

Bercirikan warna hitam putih bermotif cincin terputus ke bawah, bagian perut berwarna putih dgn ekor runcing & panjang sekitar 1 meter saja. Ular jenis ini sering ditemukan di JawaBarat, senang berada di hutan yg kering & panas, pegunungan, semak-semak, sawah, area dekat air, & pemukiman penduduk. Akibat gigitan ular berbisa ini dpt merusak saraf, kelumpuhan, hingga kematian.

  1. Welang (Bungarus fasciatus).

Ciri tubuhnya mirip ular Weling tapi bercorak cincin melingkar penuh, biasanya warna hitam-kuning dgn ekor buntet. Jenis ular ini terdapat di kawasan Asia termasuk Indonesia & sering ditemui di pegunungan, kebun,rawa, hutan, sawah, sungai, sekitar rumah penduduk juga ada & kalau siang suka bersembunyi di bebatuan. Harus lebih waspada karna ular Welang aktifnya pd mlm hari (noktural) dgn panjang tubuh 1.5 meter hingga 2 meter, & tentunya memiliki bisa yg mematikan.

  1. Kobra Jawa (Naja Sutratrix).

Jenis ular ini memiliki panjang tubuh sekitar 1.3 hingga 1.85 meter & terdapat di Pulau Jawa, Lombok, Bali, Sumbawa, Flores, Komodo, Alor, & Lomblen. Hidup di hutan, daerah kering, & sering juga ditemukan di lahan pertanian. Ular ini aktif di mlm hari. Jika terkena gigitan ular Kobra Jawa, bagian tubuh yg terkena akan mengalami memar, bengkak, pembusukan luka yg mengharuskan amputasi, hingga kematian.

  1. Picung (Rhabdophis subminiatus).

Sebutan lain dr ular ini yaitu Pudak Bromo di Jawa, di Kalimantan disebut ular merah, & di Jakarta sebutannya ular matahari. Warna kulit ular ini mirip buah picung, memerah di sekitar leher & tubuh kecokelatan. Ular ini sering tampak di hutan, perkebunan, rawa-rawa, daerah dekat air atau sekitar sungai, & rerumputan basah. Ular picung bisa menyelam & berenang. Harus hati-hati karna ular ini selain berbisa juga beracun. Artinya, kalau bisa dr ular masuknya lewat inject, sedangkan racun cukup lewat sentuhan atau memegang kepalanya pun sudah berakibat keracunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *